Pellegrini Datang di Saat Kondisi City Sedang Tak Kondusif

Manchester - Sebelum berhasil membawa Manchester City jadi juara, Manuel Pellegrini datang ke klub itu di awal musim saat kondisi tim sedang tak harmonis. Hal ini disebut Pellegrini jadi pekerjaan terberatnya musim ini.


City menunjuk Pellegrini sebagai manajer baru musim panas lalu setelah klub memecat Roberto Mancini menjelang musim 2012/2013 berakhir, setelah serangkaian hasil buruk di musim itu yakni gagal bersaing dengan Manchester United di Premier League plus kekalahan di final Piala FA.

Tak cuma tampil buruk, sepanjang musim City juga diganggu oleh perselisihan antara pemain serta manajer di mana berita soal clash antara Balotelli serta Mancini sempat jadi headline di beberapa surat kabar.

Sifat arogan Mancini disebut sudah membuat suasana ruang ganti memanas dan inilah kemudian yang coba didinginkan oleh Pellegrini ketika menjabat manajer pertama kalinya.

Hal ini susah-susah gampang dilakukan olehnya hingga kerja keras membuahkan trofi Premier League di akhir musim ini sekaligus trofi bergengsi pertama dalam kariernya di Eropa.

"Dari saat pertama kali saya datang ke sini, hubungan antara pemain tidak dalam kondisi terbaik," ujar Pellegrini seperti dikutip Sky Sports.

"Jadi penting untuk tetap tenang dan meyakinkan mereka semua untuk bermain Dan bagaimana pentingnya untuk tetap saling dekat di antara pemain, fans, staf, kami semua dengan manajer, pemain, dan fans mencoba meraih titel juara yang sulit dimenangi," sambungnya.

"Tapi saya bangga untuk bisa menangani kumpulan para pemain ini dan juga klub," demikian dia.

0 komentar: